photo ict logo_zps9ifiqd0j.png

Senin, Oktober 24, 2016

Apakah Benar-Benar Seperti Emas?

Pendapat


                Usaha yang sedang dilakukan pemerintah telah membawa perubahan di Indonesia. Dengan tujuan utama pendidikan berkarakter bagi rakyat khususnya pelajar dan menumbuhkan sikap keagamaan serta sosial. Namun, dalam upaya seperti ini apakah bisa mengubah sepenuhnya? Apalagi untuk Indonesia ke depannya yang berusaha agar terciptanya Indonesia Emas Di Tahun 2045.
                Kita tahu bahwa program yang sedang dijalankan pemerintah itu tujuannya positif. Yang menjadi permasalahannya yaitu sudahkah pemerintah atau para pejabat melakukan hal tersebut? Rakyat akan menaati apabila para petinggi pegara mengerjakannya. Akan tetapi, pejabat-pejabat yang ada sekarang ini  kebanyakan tidak melakukan hal yang semestinya dilakukan. Contohnya saja sikap amanah, jujr, dan bertanggung jawab. Kita diajarkan untuk memiliki sikap dan perilaku yang seperti itu. Namun, sikap tersebut tidak dilaksanakan oleh petinggi negara. Bagaimana kita bisa mencontoh perbuatan yang baik sedangkan para pejabat tidak melakukan hal demikian. Apakah Indonesia benar-benar seperti emas di 2045 jika para pejabat seperti itu?
                Masyarakat memerlukan inspirator yang benar-benar menjadi inspirasi dalam hidup, sehingga masyarakat dapat mencontoh perilaku yang baik ke dalam kehidupannya masing-masing.

Bumi Akan Kempes

Anekdot



                Di suatu sekolah, seorang guru sedang memberi nasehat kepada muridnya agar menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Guru: Anak-anak, kita harus menghemat BBM karena apabila BBM habis, kita tidak dapat merasakannya lagi, sedangkan saat ini pemerintah sedang menggalakkan program Indonesia Emas 2045 yang dimana semua bahan bakar harus tersedia dengan baik.
Ketika sedang menjelaskan tiba-tiba ada seorang murid mengacungkan tangannya.
Murid: Pak, apabila nanti BBM habis berarti bumi tidak bulat dong, Pak.
Guru: Mengapa bisa seperti itu?
Murid: BBm kana da di perut bumi, apabila kita ambil terus-menerus berarti bumi akan kempes dong. Contohnya saja bola, apabila udaranya keluar pasti bolanya akan kempes.
Seketika kelas tersebut hening lalu tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan salah satu murid tersebut.

Suksesnya Indonesia Untuk Anak Cucu Kita

 Kita sebagai rakyat Indonesia mungkin pernah terlintas dipikiran kita ketika Indonesia menjadi negara yang maju dan memiliki IT tinggi. Seperti program 100 Tahun Indonesia Emas 2045 yang mungkin tak dapat dipungkiri apabila Indonesia akan lebih maju dibanding sekarang.
                Dalam pencanangan yang dilakukan pemerintah untuk menyukseskan program Indonesia Emas 2045 ini sebagai rakyat yang berbangsa dan bertanah air Indonesia kita selayaknya membantu peningkatan atau usaha yang dilakukan pemerintah agar Indonesia benar-benar menjadi Indonesia emas bukan sekedar mimpi atau khayalan belaka. Sekarang bagaimana cara kita agar dapat menyukseskan program 100 Tahun Indonesia Emas 2045 ini? Ada 3 hal yang mungkin dapat kita lakukan untuk meraih keemasan untuk Indonesia.
1.       Meningkatkan Devisa Negara
Usaha untuk meningkatkan devisa negara ini cukup mudah, misalnya dengan membeli produk-produk buatan Indonesia dan/atau membuat produk yang mampu menembus pasar global maka pendapatan negara kita dapat meningkat sehingga usaha untuk pembangunan Negara tidak terkendala.
2.       Berbudi Luhur
Sebagai warga Negara yang berbudi pekerti, kita harus menanamkan sifat dan perilaku yang mencerminkan kebudayaan Indonesia. Apabila di dalam diri kita telah menerapkan perilaku yang baik kemudian mengajarkan ke generasi selanjutya, hal ini dimungkinkan dapat mengubah Indonesia menjadi negeri yang aman, makmur, dan sejahtera karena tidak ada lagi pertikaian maupun tindakan yang buruk seperti korupsi.
3.       Menemukan Teknologi Yang Canggih
Para generasi penerus bangsa dewasa ini banyak sekali yang kreatif dan inovatif dalam usaha peningkatan kesejahteraan bangsa. Salah satunya yaitu generasi muda terus berusaha membuat berbagai macam teknologi yang canggih namun hemat, tepat, dan bermanfaat. Dengan usaha tersebut diharapkan Negara Indonesia tidak menjadi pengimpor barang dan teknologi terus-menerus.
Dari 3 hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan hal yang kecil saja kita dapat mengubah negara kita menjadi negara yang maju di era teknologi dan kehidupan yang serba instan.

Minggu, Februari 08, 2015

Katakan Tidak Untuk Valentine

                Valentine Day merupakan salah satu perayaan yang dilakukan oleh masyarakat pada tanggal 14 Februari yang identik dengan hari kasih sayang. Mereka merayakan Hari Valentine dengan menunjukkan rasa cintanya kepada orang yang ia sayangi dengan cara memberi hadiah atau mengajaknya pergi ke suatu tempat untuk menghabiskan waktu bersama. Misalnya, seorang lelaki memberikan hadiah berupa cokelat untuk kekasihnya atau mengunjungi tempat wisata bersama orang terkasih.
Dewasa ini, para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) bahkan pelajar dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada yang ikut merayakan Hari Valentine. Biasanya mereka merayakan Hari Valentine dengan memberi hadiah kepada teman atau sahabatnya. Tetapi tak jarang pula ada yang memberikan hadiah kepada kekeasihnya apabila ia telah memiliki seorang kekasih.
 Perlu diketahui bahwa pada zaman dahulu ada seorang pendeta yang bernama Valentine yang tertangkap dan dihukum mati karena Valentine melakukan suatu hal yang tidak disenangi oleh Kaisar di daerahnya. Akan tetapi, Valentine selalu berjuang untuk melakukan tindakan yang menurutnya itu baik. Untuk mengenang kematian Valentine maka setiap tanggal 14 Februari umat Kristen mengadakan sebuah perayaan yang disebut Hari Valentine. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Hari Valentine adalah perayaan yang dilakukan untuk mengenang seorang pendeta Kristen. Maka dari itu, apabila umat Islam merayakan Hari Valentine berarti mereka termasuk ke golongan umat tersebut. Rasulullah Saw. bersabda:
Sangat disayangkan bahwa masih banyak pelajar muslim yang belum mengetahui sejarah datangnya Hari Valentine itu sendiri. Para pelajar menganggap Hari Valentine hanyalah hari bersenang-senang bersama orang terkasih, padahal Hari Valentine adalah perayaan yang ditujukan untuk umat Kristen. Disamping Hari Valentine bukan perayaan umat Islam, Hari Valentine juga merugikan diri sendiri karena menghabiskan uang hanya untuk memberi hadiah. Umat Islam boleh memberikan hadiah kapanpun, tetapi jangan diniatkan untuk merayakan perayaan agama lain.
 Untuk menghilangkan perayaan Hari Valentine yang telah membudaya khususnya bagi pelajar muslim, ada tiga solusi yang perlu dilakukan agar para pelajar muslim tidak ikut merayakan Hari Valentine. Pertama, lakukan pendekatan terhadap pelajar yang belum memahami makna Hari Valentine sebenarnya. Beritahulah kepada mereka bahwa Hari Valentine tidak boleh dirayakan oleh umat Islam.
Kedua, berikan kegiatan positif terutama kegiatan yang islami seperti menghadiri kegiatan majelis dan tadarrus Al-quran. Hal ini dilakukan agar para pelajar terbiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dan untuk menghapuskan semua yang ada dipikiran pelajar tentang Hari Valentine serta sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Ketiga, lakukan muhasabah diri untuk mengingat kesalahan-kesalahan yang diperbuat dan ajaklah untuk selalu mengingat Allah SWT dengan berzikir serta jauhi perbuatan yang mendekati zina. Jadi, bagi pelajar muslim harus mampu mengkatakan Tidak Untuk Hari Valentine.